Tampilkan postingan dengan label Cerita Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Kehidupan. Tampilkan semua postingan

AKU ORANG PALING BAHAGIAA..

Maafkan kami atas definisi bahagia yang sempit,

yang berkata " Jika begini aku akan bahagia, jika begitu aku akan bahagia, jika disana aku akan bahagia, jika disini aku akan bahagia, jika dengannya aku akan bahagia, jika mendapatkannya aku akan bahagia, jika menjadi dia aku akan bahagia, jika seperti itu aku akan bahagia," seolah2 kami takan bahagia jika tak sesuai dengannya.

Dan sekarang kami mengerti
"Aku akan terus bahagia, terus.. Bagaimanapun itu, selama hatiku terus BERSYUKUR atasMu"

Selamat hari Ayah Seduniaaaa

Right, hikmah itu ada dimana-mana, saat menikmati semangkok bakso, saat berdesak-desakan naik kereta api, saat menikmati keramaian taman tegalega

Semuanya satu cerita, tentang dia, Bapak.

Bapak penjual bakso, bilang padaku. Bak seorang bapak yg berpesan pada anaknya,
"Neng, kalau sedang kuliah jangan tergoda dulu" aku tersenyum
"tergoda apa pak?" jawabku, bukan aku tak mengerti, aku hanya ingin ia berbicara lebih banyak dari itu.
"Jangan mikirin nikah dulu, cari ilmu yang tinggi, belajar yg serius, bebas mencari ilmu kemanapun neng mau" katanya. Aku balas dengan senyuman, sebenarnya ingin berdiskusi lebih panjang, tapi sudah sore hehe. Tapi satu hal, kala itu aku ingat bapakku.

Dalam perjalanan di kereta, aku berbincang dengan bapak penjual donat.
"Pak, sekarang di dalam kereta ga boleh jualan ya?"
Iya neng, kalau ketahuan ada jual beli bisa di ambil semua barang bapak, cari aman aja deh. Neng kuliah ya?"
"Ya, masih kuliah pak"
"Alhamdulillah neng, walaupun bapak penjual donat keliling kaya gini, anak bapak kuliah semua, sekarang mrk sudah bekerja di tempat yg bagus, bahkan anak yg pertama S2 di luar negeri"
Ia bercerita panjang padaku, mata sayu nya berbinar bangga menceritakan bintang2nya.
Satu hal lagi, kala itu aku ingat Bapakku.

Seorang bapak salah satu anak jalanan taman prestasi menjumpaiku, anak itu istimewa, ia tak bisa mendengar dan berbicara, berkomunikasi dengan bahasa isyarat, jangankan menyanyi mengucap katapun sulit , tak semua orang mengerti isyaratnya, begitupun aku. Tapi tdk dengan bapaknya, saat itu pertama kalinya aku menyaksikan mereka berkomunikasi, saling mengerti satu sama lain. Kata bapaknya sudah seminggu anaknya tak pulang, krn ia tau setiap hari minggu anaknya belajar disini maka bapaknya mendatanginya. Bapak itu mencium kening anak laki2 nya yg sudah seminggu tak pulang. Pemandangan yg indah. Kala itu lagi2, aku ingat Bapak.

Mungkin bapak jarang menasehati kita, karena kesibukannya bekerja untuk menghidupi anak istrinya, mungkin bapak tak pernah berkata "Nak bapak bangga padamu" padahal dibelakang sana ia sering menangis haru karena melihat keberhasilan bintangnya.
Mungkin ia tak pernah memeluk dan mencium keningmu sambil berucap "Nak, bapak sayang padamu." tapi dibelakang sana sudah tak terhitung doa2 yg ia panjatkan untuk anaknya.

Pak, engkau pria terhebat. Walaupun tak ada hari ayah sedunia, tidak merubah nilaimu sedikitpun, aku mencintaimu, aku ingin menjadi bintang yg paling bersinar dimatamu malam ini dan malam2 selanjutnya :')

Cukuplah Dia, Allah

Benarlah, saat kita berharap pada manusia, maka hanya lelah yang kita dapatkan.

Betapa indahnya nasihat dari seorang sahabat,
" sahabatku, jika nanti sudah berkeluarga. kemudian kamu memasak yg special untuk suamimu, berdandan cantik untuknya, maka janganlah engkau harapkan pujian darinya, cukuplah itu jadi nilai ibadah untukmu kemudian Allah catatkan pahala atasnya, karena saat kau mengharapkan pujian dari seseorang yg bahkan kau berhak mendapatkan darinya, ketika ia tak memujimu maka kekecewaan yg menghampirimu, jangan kau rusak nilai ibadahmu"

Tak ada yang lbh menentramkan hati selain menyandarkan sgl harapan hanya padaNya. Allah Engkau tempat berpulang sgl resah.



Edisi Curhatan Inspiratif ^_^

Sungguh, AKU CEMBURU

Ramadhan.
Seperti tahun sebelumnya, ramadhan tahun ini aku isi waktu luang ku sebagai relawan di salah satu yayasan zakat dan yatim di Bandung. Aku ditempatkan di sebuah mall yang lumayan besar daerah kopo. mulai bekerja dari pukul 09.00 sampai pukul 17.00, waktu puasa pun terasa cepat karena kegiatanku yang padat, sebenarnya pekerjaanku tak sulit-sulit amat, hanya menunggu stand zakat, memberikan brosur dan majalah yayasan tersebut, berharap dari ratusan orang yang mengunjungi mall kala itu, ada tergerak hatinya untuk menyisihkan uang belanjanya. Tak heran bagiku jika sulit sekali mencari donatur disini, kalian bayangkan saja, mereka mengunjungi mall membawa uang hingga berjuta-juta tujuannya adalah untuk memuaskan keinginannya membeli pakaian atau barang-barang mewah, dan kami stand yang berukuran kecil yang berbanding jauh dengan toko serba pink di depan kami pasti tak akan terlihat. Berbeda dengan teman kami yang menjaga stand di yayasan sudah jelas pemasukan donatur setiap harinya pasti lebih besar, karena pengunjung yang datang kesana pasti tujuannya kalau tidak zakat, infaq dan shodaqoh, tidak mungkin berbelanja.
Tapi bagiku ini hebat, kalian bayangkan saja, disaat ada orang yang membawa uang banyak ke mall berniat menghabiskan uangnya untuk memenuhi keinginannya, kemudian selintas mereka melihat stand kecil kami yang menawarkan zakat dan mereka menyisihkan uang mereka, semoga Allah memberikan pahala yang berlipat untuk mereka.
Jujur aku cemburu, mungkin saja jika aku yang ada di posisi pengunjung, membawa uang yang khusus aku kumpulkan untuk membeli pakaian idamanku, mungkin saja aku tak akan menghiraukan stand zakat seperti ini. Saat itu aku mulai berfikir inilah PENGORBANAN yang sebenarnya, disaat kita membutuhkan uang tersebut dan ingin membelanjakannya untuk memenuhi nafsu kita,  namun terbesit di dalam hati kita untuk menahan semua itu dan memberikan uang kita pada orang yang lebih membutuhkan, disitulah letak pengorbananya dan akan terasa hakekat berbagi yang sesungguhnya.

Sepuluh hari menjelang lebaran
Pagi itu, aku belum mendapatkan donatur. Para pengunjung yang berburu pakaian bedug makin bertambah, sedangkan belum ada donatur pada hari itu. Pada kali itu banyak sekali pasangan muda-mudi yang datang, membahagiakan pasangannya membelikan barang mewah ini dan itu, pria yang membawa belanjaan wanita, dan wanita yang sibuk adu harga dengan penjual.
Di sudut yang berbeda, hari itu seorang pasangan berusia senja menghampiriku, berbeda dengan pengunjung lainnya, mereka nampaknya baru datang, belum ada satupun barang yang mereka bawa kala itu, si kakek mengandeng tangan nenek dengan lembut. 

"Assalamualaikum pak, bu perkenalkan saya devy, barangkali ibu mau menitipkan sebagian hartanya untuk yayasan kami"
aku menyapa hangat kedatangan mereka. Merekapun membalas senyumku dengan ramah
"Ibu, mau shadaqoh berapa?" tanya kakek pada istrinya.
"Terserah bapak"
"Ibu saja, ini atas nama ibu"
Nenek itu tersenyum, kemudian memberikan sejumlah uang padaku.

Pemandangan yang berbeda dari yang aku jumpai sebelumnya. Aku cemburu dengan pasangan berusia senja ini, disaat pasangan muda sibuk membelikan ini itu untuk membahagiakan pasangannya, pasangan ini mengajak pasangannya untuk membelanjakan hartanya di jalanMu, Rabbi berkahilah mereka, semoga Engkau menyayangi kakek dan Nenek itu, sungguh, aku cemburu.



Juli 2013 :)

Pages